Selasa, 12 November 2019

Menjelang Usia Senja

  • Pernahkah terlintas dipikiran kita suatu saat kita masih dibutuhkan didalam keluarga..?
  • Pernahkah kita merasa bahwa peran kita didalam keluarga mulai berkurang ??
  • Akankah ada rasa bahwa ucapan , nasehat, pendapat kita masih didengarkan ? 
  • Masih adakah penghasilan kita untuk membantu keluarga terutama menolong diri kita sendiri..??
      Seribu satu pertanyaan yang berkecamuk dipikiran kita menjelang usia senja.
Terkadang pertanyaan itu bukan lagi jadi pertanyaan , akan tetapi sudah jadi kenyataan yang harus dilalui , dijalani disaat usia kita sudah tidak produktif lagi , seiring dengan menurunnya fungsi2 organ tubuh yang mulai menua , dan kehandalannya sudah tidak seperti dulu lagi.
        Mungkin disaat kita jaya terlalu otoriter dalam keluarga , sesuatu yang kita anggap benar kita jejalkan pada anggota keluarga yang lain , agar mengikuti apa yang kita ucapkan , akhirnya timbullah jarak antara kita dengan anggota keluarga yang lain , bahkan jika kita tida bisa membaca situasi , jarak yang lebar bisa saja menjadi dendam , ujungnya mereka tidak suka dengan keberadaan kita .
        Berbagai potensi yang kita miliki kini  mulai diragukan oleh anggota keluarga yang lain yang merasa lebih muda dan enerjik. Bahkan setiap hari ada saja kata , kalimat yang nadanya mengejek , mengolok olok misalnya dengan kalimat "dasar pikun" , meski nadanya berkelakar tapi itu kalimat yang menyudutkan kita bahwa keberadaan kita menjadi " beban" didalam keluarga..

       Dengan sekelumit ocehan ini kita mempersiapkan diri dengan potensi kita agar tetap dibutuhkan dalam keluarga meskipun sudah renta  , agar kita bisa memenuhi harapan mereka walau hanya beberapa saja , sehingga jika kita telah tiada mereka akan merasa kehilangan kita .